SuratAl-Muzzammil Ayat 14. Tafsir Quraish Shihab Diskusi (Pada hari berguncang) karena gempa yang dahsyat (bumi dan gunung-gunung, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan) tumpukan-tumpukan pasir (yang beterbangan) menjadi debu yang beterbangan yang pada sebelumnya kokoh bersatu.

Surat Al-Muzzammil Orang yang berselimut 20 Ayat • Surat ke 73 • Makkiyah يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ 1. Hai orang yang berselimut Muhammad, قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا 2. bangunlah untuk sembahyang di malam hari, kecuali sedikit daripadanya, نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا 3. yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا 4. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا 5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا 6. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat untuk khusyu' dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. إِنَّ لَكَ فِي النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًا 7. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang banyak. وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا 8. Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا 9. Dialah Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung. وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا 10. Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. Mahiral-Mu'aiqly. Hadits yang mungkin terkait. Halaman mushaf optimal untuk di komputer. Halaman mushaf untuk HP atau Tab. Kajian kata: تَبُورَ pada surat Faathir ayat ke 29: Bacaan dalam tulisan arab latin : tabûra: Jenis kata : kata kerja aktif bentuk sedang atau akan terjadi: Arti kata تَبُورَ : يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمُزَّمِّلُArab-Latin yā ayyuhal-muzzammilArtinya 1. Hai orang yang berselimut Muhammad,قُمِ ٱلَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًاqumil-laila illā qalīlā2. bangunlah untuk sembahyang di malam hari, kecuali sedikit daripadanya,نِّصْفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصْ مِنْهُ قَلِيلًاniṣfahū awingquṣ min-hu qalīlā3. yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًاau zid alaihi wa rattilil-qur`āna tartīlā4. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan سَنُلْقِى عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًاinnā sanulqī alaika qaulan ṡaqīlā5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang نَاشِئَةَ ٱلَّيْلِ هِىَ أَشَدُّ وَطْـًٔا وَأَقْوَمُ قِيلًاinna nāsyi`atal-laili hiya asyaddu waṭ`aw wa aqwamu qīlā6. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat untuk khusyu’ dan bacaan di waktu itu lebih لَكَ فِى ٱلنَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًاinna laka fin-nahāri sab-ḥan ṭawīlā7. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang banyak.وَٱذْكُرِ ٱسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًاważkurisma rabbika wa tabattal ilaihi tabtīlā8. Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَٱتَّخِذْهُ وَكِيلًاrabbul-masyriqi wal-magribi lā ilāha illā huwa fattakhiż-hu wakīlā9. Dialah Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَٱهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًاwaṣbir alā mā yaqụlụna wahjur-hum hajran jamīlā10. Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang وَٱلْمُكَذِّبِينَ أُو۟لِى ٱلنَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيلًاArab-Latin wa żarnī wal-mukażżibīna ulin-na’mati wa mahhil-hum qalīlāArtinya 11. Dan biarkanlah Aku saja bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang لَدَيْنَآ أَنكَالًا وَجَحِيمًاinna ladainā angkālaw wa jaḥīmā12. Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang ذَا غُصَّةٍ وَعَذَابًا أَلِيمًاwa ṭa’āman żā guṣṣatiw wa ażāban alīmā13. Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang تَرْجُفُ ٱلْأَرْضُ وَٱلْجِبَالُ وَكَانَتِ ٱلْجِبَالُ كَثِيبًا مَّهِيلًاyauma tarjuful-arḍu wal-jibālu wa kānatil-jibālu kaṡībam mahīlā14. Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang أَرْسَلْنَآ إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَٰهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَآ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ رَسُولًاinnā arsalnā ilaikum rasụlan syāhidan alaikum kamā arsalnā ilā fir’auna rasụlā15. Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu hai orang kafir Mekah seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus dahulu seorang Rasul kepada Fir’ فِرْعَوْنُ ٱلرَّسُولَ فَأَخَذْنَٰهُ أَخْذًا وَبِيلًاfa aṣā fir’aunur-rasụla fa akhażnāhu akhżaw wabīlā16. Maka Fir’aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang تَتَّقُونَ إِن كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَجْعَلُ ٱلْوِلْدَٰنَ شِيبًاfa kaifa tattaqụna ing kafartum yaumay yaj’alul-wildāna syībā17. Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak مُنفَطِرٌۢ بِهِۦ ۚ كَانَ وَعْدُهُۥ مَفْعُولًاas-samā`u munfaṭirum bih, kāna wa’duhụ maf’ụlā18. Langitpun menjadi pecah belah pada hari itu. Adalah janji-Nya itu pasti هَٰذِهِۦ تَذْكِرَةٌ ۖ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلًاinna hāżihī tażkirah, fa man syā`attakhaża ilā rabbihī sabīlā19. Sesungguhnya ini adalah suatu peringatan. Maka barangsiapa yang menghendaki niscaya ia menempuh jalan yang menyampaikannya kepada إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِن ثُلُثَىِ ٱلَّيْلِ وَنِصْفَهُۥ وَثُلُثَهُۥ وَطَآئِفَةٌ مِّنَ ٱلَّذِينَ مَعَكَ ۚ وَٱللَّهُ يُقَدِّرُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ ۚ عَلِمَ أَن لَّن تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۖ فَٱقْرَءُوا۟ مَا تَيَسَّرَ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ ۚ عَلِمَ أَن سَيَكُونُ مِنكُم مَّرْضَىٰ ۙ وَءَاخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِى ٱلْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ ۙ وَءَاخَرُونَ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ فَٱقْرَءُوا۟ مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ۚ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَقْرِضُوا۟ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا ۚ وَٱسْتَغْفِرُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌۢinna rabbaka ya’lamu annaka taqụmu adnā min ṡuluṡayil-laili wa niṣfahụ wa ṡuluṡahụ wa ṭā`ifatum minallażīna ma’ak, wallāhu yuqaddirul-laila wan-nahār, alima al lan tuḥṣụhu fa tāba alaikum faqra`ụ mā tayassara minal-qur`ān, alima an sayakụnu mingkum marḍā wa ākharụna yaḍribụna fil-arḍi yabtagụna min faḍlillāhi wa ākharụna yuqātilụna fī sabīlillāhi faqra`ụ mā tayassara min-hu wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta wa aqriḍullāha qarḍan ḥasanā, wa mā tuqaddimụ li`anfusikum min khairin tajidụhu indallāhi huwa khairaw wa a’ẓama ajrā, wastagfirullāh, innallāha gafụrur raḥīm20. Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri sembahyang kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan demikian pula segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah bagimu dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh balasannya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha ke-73 al-Muzzammil, artinya Orang yang berselimut, lengkap ayat 1-20. Berisikan keterangan tentang bekal rohani untuk para dai dalam menghadapi kesulitan dan kesusahan hidup, sebagai peneguhan untuk Nabi -ṣallallāhu alaihi wa sallam- dan ancaman bagi orang-orang yang mendustakannya. [73 ~ AL-MUZZAMMIL (ORANG YANG BERSELIMUT) Pendahuluan: Makkiyyah, 20 ayat ~ Dalam surat yang mulia ini, Allah Swt. memerintahkan rasul-Nya untuk mengisi sebagian besar malam dengan salat dan membaca al-Qur'ân. Rasul pun, sesuai perintah Tuhannya, beserta sekelompok orang yang mengikutinya menjalankan perintah itu. TafsirSurah Al-Muzzammil Surah Al-Muzzammil termasuk ke dalam surah Makkiyah sebagaimana pendapat jumhur ulama([1]). Sebagian ulama yang lain seperti Al-Qurthubi rahimahullah menyatakan bahwasanya surah Al-Muzzammil adalah surah Madaniyah([2]). Akan tetapi inilah khilaf di kalangan para ulama, hanya saja jumhur ulama berpendapat bahwasanya surah Al-Muzzammil termasuk surah Makkiyah karena
SuratAl-Muzzammil Ayat 10. Tafsir Quraish Shihab Diskusi (Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan) bersabarlah kamu di dalam menghadapi gangguan orang-orang kafir Mekah (dan jauhilah mereka dengan cara yang baik) tanpa keluh-kesah; ayat ini diturunkan sebelum ada perintah memerangi mereka.
Surat al-Muzzammil diturunkan Allah di Mekah setelah surat al-Qalam (Nûn), kecuali ayat terakhir diturunkan di Madinah [1]. Yaitu ayat yang menasakh (menghapus) hukum wajib shalat malam kecuali bagi Nabi Muhammad saw. Surat ini tidak memiliki nama selain al-Muzammil ( orang berselimut), yaitu melingkarkan kain di tubuhnya [2
Bacaayat Al-Quran, Tafsir, dan Konten Islami Bahasa Indonesia. Quran; Doa; Cerita Hikmah; Tilawah Per Ayat; Mushaf Madina; Fatwa DSN; Kerja Sama; Donasi; Surat Al-Muzzammil (Orang yang berselimut) 20 Ayat • Surat ke 73 • Makkiyah. Surat Al-Muzzammil Ayat 1.
Bacaayat Al-Quran, Tafsir, dan Konten Islami Bahasa Indonesia Fatwa DSN; Kerja Sama; Donasi; Surat Al-Muzzammil Ayat 6. Yakni lebih dekat untuk mencapai maksud Al Qurâ an. Ketika itu, lisan dan hati sejalan, kesibukan berkurang, ia dapat memahami apa yang dia ucapkan dan urusannya sedang fokus. Berbeda dengan di siang hari, maka hal

TafsirSurat al-Muzzammil Ayat-4. 4. أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا. au zid 'alaihi wa rattilil-qur`āna tartīlā. 4. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.

Padamasa belakangan ini muncul banyak kitab tafsir yang menggunakan corak adab al-ijtima'iy. Tafsir adab al-Ijtima'iy adalah tafsir yang menyingkapkan balāghah, keindahan bahasa al-Qur'an dan ketelitian redaksinya, kemudian mengaitkan kandungan ayat-ayat al-Quran dengan sunnatullāh dan aturan hidup kemasyarakatan, yang berguna untuk

Readvarious Tafsirs of Ayah 1 of Surah Al-Muzzammil by trusted Tafsir scholars. In Sahih Al-Bukhari, it is recorded from Anas that he was asked about the recitation of the Messenger of Allah , so he replied, "He used to elongate the letters." the recommendation of slow rhythmic recitation and beautification of the voice while reciting SuratAl-Muzzammil adalah surat ke-73 di dalam Al Qur'an yang memiliki ayat sebanyak 20 ayat. Nama surat Al-Muzzammil itu sendiri di dalam bahasa Arab berarti orang berselimut dan Surat Al-Muzzammil termasuk ke dalam surat Makiyyah. Surat Al-Muzzammil diturunkan pada masa-masa awal Rasulullah S.A.W berdakwah.

TafsirSurat Al-Muzzammil Ayat 14 (Terjemah Arti) Paragraf di atas merupakan Surat Al-Muzzammil Ayat 14 dengan text arab, latin dan artinya. Terdapat beberapa penjelasan dari berbagai mufassirun terkait kandungan surat Al-Muzzammil ayat 14, antara lain sebagaimana berikut: 14. Pada hari bumi dan gunung-gunung bergetar dan berguncang hingga

ReadSurah Muzzammil Ayat 17 (73:17) with translation. Surah Al-Muzzammil Ayat 17 (73:17 Quran) With Tafsir The tafsir of Surah Muzzammil verse 17 by Ibn Kathir is unavailable here. Please refer to Surah Muzzammil ayat 10 which provides the complete commentary from verse 10 through 18.
MakaAbu Salamah menjawab dengan membaca firman-Nya: Hai orang yang berkemul (berselimut). (Al-Muddatstsir: 1) Aku berkata, bahwa orang-orang menyebutnya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. (Al-'Alaq:1) Maka Abu Salamah menjawab, bahwa ia pernah bertanya kepada Jabir ibnu Abdullah tentang masalah ini, dan kukatakan
TafsirAl Muzzammil Ayat 1-9. 1. Wahai orang yang berselimut (Muhammad)! 2. Kami tidak mengetahui, apakah surat Al Muzzammil turun karena sebab sebelumnya atau karena sebab yang diterangkan dalam tafsir Ibnu Katsir tersebut, wallahu a'lam. Di surah ini, Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam untuk
meaning remember Him and seek forgiveness from Him often for all of your matters. For verily, He is Most Forgiving, Most Merciful to whoever seeks His forgiveness. This is the end of the Tafsir of Surat Al-Muzzammil, and all praise and blessings are due to Allah. [1] At-Tabari 23:677. xPekp.